0

Selandia Baru Mengizinkan Pelajar Internasional Untuk Kembali Tahun Ini 

Penerjemah : Cristine Devi Claudia | Friday, 16 October 2020

Selandia Baru Mengizinkan Pelajar Internasional Untuk Kembali Tahun Ini 

Pemerintah Selandia Baru mendapatkan banyak pujian atas keberhasilan pendekatan yang digunakan untuk melindungi warga selama krisis kesehatan pandemic COVID-19. Salah satu prosedur yang ditekankan adalah penutupan total perbatasan negara hampir sepanjang tahun kecuali untuk beberapa kasus tertentu seperti pekerja kesehatan, pekerja kruslian lainnya serta keluarga warga negara atau penduduk tetap telah diizinkan kembali ke negara itu dengan sejumlah persyaratan. Sekarang, sejumlah kecil mahasiswa internasional telah ditambahkan ke daftar pengecualian tersebut: 250 mahasiswa PhD dan pascasarjana internasional diizinkan kembali ke Selandia Baru untuk melanjutkan studi mereka dalam waktu dekat.

Dalam pernyataannya di media, Menteri Pendidikan Chris Hipkins mengatakan, “Pengecualian hari ini adalah keputusan seimbang yang mengakui peran penting pendidikan internasional dalam pemulihan maupun pembangunan kembali Selandia Baru. Ini juga dituntut oleh kebutuhan untuk melanjutkan perjuangan melawan pandemi. Hal ini akan memungkinkan kami untuk menyambut kembali sebagian besar mahasiswa PhD dan Master yang terjebak di luar negeri agar dapat menyelesaikan penelitian, studi dan pekerjaan mereka.”

Siswa sejumlah 250 orang tersebut merupakan pemenang visa untuk tahun 2020, dan siswa yang komitmen jangka panjangnya untuk belajar di sini terganggu oleh COVID-19. Prioritas akan diberikan pertama kali kepada mereka yang perlu berada di negara tersebut untuk komponen praktis penelitian dan studi mereka.
Siswa pertama kemungkinan akan tiba November 2020, dengan jumlah mayoritas lainnya diprediksikna akan tiba pada awal tahun baru

”Sektor pendidikan internasional Selandia Baru adalah industri senilai NZ $5 miliar dolar sebelum wabah COVID-19 (angka tahun 2017), dengan lebih dari 30.000 siswa datang untuk belajar di universitas di negara tersebut pada tahun 2018. Di semua jenis institusi, terdapat 117.275 siswa internasional yang terdaftar di Selandia Baru pada 2018.

Untuk Saat Ini, Khusus Sektor Universitas
Hipkins mengakui bahwa jumlah siswa yang akan diizinkan Kembali memang masih sangat kecil, dia mengantisipasi kekecewaan dari beberapa pihak di sektor pendidikan:
“Jumlah siswa internasional yang kami berikan pengecualian adalah proporsi yang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah yang biasa kami berikan. Saya mengakui bahwa penyedia pendidikan internasional lainnya, seperti sekolah dan Private Training Establishments (Lembaga Pelatihan Swasta), akan kecewa karena siswanya bukan bagian dari kelompok pengecualian perbatasan ini. ”
Dia menyebut pendekatan hati-hati tersebut sebagai "langkah pragmatis". Hipkins juga menekankan bahwa “hal dapat memungkinkan kami untuk mengelola permintaan fasilitas karantina secara hati-hati dan aman."
“Memprioritaskan siswa PhD dan Master yang sudah berkomitmen untuk belajar di Selandia Baru adalah sebuah langkah pertama yang masuk akal untuk membawa kembali siswa internasional kami. Kami berharap dapat menyampaikan ini berita baik secepat mungkin kepada semua siswa internasional kami yang hingga saat ini masih di luar negeri. ”
Hipkins mengatakan bahwa dia tidak dapat memberi kepastian kapan siswa daalm jumlah lebih besar akan diizinkan untuk datang ke Selandia Baru,
 "Sulit untuk menetapkan kerangka waktu tertentu, karena masih banyak yang tidak diketahui hingga saat ini."
Pada Bulan Agustus, menteri telah memperingatkan sektor pendidikan internasional untuk tidak terlalu mengharapkan siswa internasional untuk datang ke Selandia Baru tahun ini, dan mengumumkan bahwa dana sebesar NZ $ 51,6 juta (US $ 35 juta) akan didistribusikan untuk membantu sekolah dan universitas dalam mengatasi dampak pandemi.

Universitas Didesak Untuk Membantu Biaya
Sesuai prosedur esehatan dan keamanan  Selandia Baru selama pandemi, para siswa - seperti semua kedatangan internasional - harus dikarantina selama 14 hari di hotel isolasi. Pemerintah belum menginformasikan apakah siswa harus melakukan mengeluarkan biaya penuh untuk penerbangan mereka dan penginapan di hotel isolasi yang diperkirakan akan menghabiskan sekitar NZ $ 3.000. Asosiasi Mahasiswa Internasional Selandia Baru merekomendasikan agar para siswa mendapat sebagian bantuan biaya dari universitas masing-masing.

Presiden asosiasi tersebut, Sabrina Alhady, mengatakan kepada Radio Selandia Baru (RNZ) bahwa,
“Ini akan menjadi investasi yang sangat baik jika institusi dapat mempertimbangkan untuk menanggung sebagian dari biaya tersebut dan menindaklanjuti model pembagian biaya, sehingga mahasiswa internasional yang kembali masuk dapat meringankan tekanan finansial. Banyak dari mereka semua harus membayar penerbangan untuk masuk ke negara ini, yang pasti akan sangat mahal dan kami ingin memastikan agar siswa mendapat dukungan oleh institusi mereka.”

 

Silahkan isi form dibawah ini untuk info lebih lanjut: