0
1

Inggris Bergerak Menuju Masa Karantina Yang Lebih Pendek Untuk Para Pelancong Dari Luar Negeri

Penerjemah: Cristine Devi C | Monday, 16 November 2020

Inggris memiliki sebuah badan satuan tugas baru bernama  Global Travel Taskforce, yang dikepalai oleh Sekretaris Negara dan bertugas untuk Perawatan Kesehatan dan Sosial serta Sekretaris Negara yang bertugas untuk Transportasi.

Pembentukan badan ini ditujukan untuk memberikan bantuan kepada sektor industri perjalanan yang bisnisnya sangat terganggu akibat efek dari COVID-19. Global Travel Taskforce  sendiri telah merancang beberapa gugusan rencana untuk membantu menangani hal tersebut. Salah satunya adalah pembentukan projek test and release yang dimaksdukan untuk mempersingkat waktu karantina bagi para pelancong dari luar negeri yang negaranya yang tidak ada dalam daftar “travel corridors” atau "koridor perjalanan" Inggris. Travel corridors sendiri merupakan sekumpulan daftar negara yang mana warga negaranya dapat mengunjungi Inggris tanpa harus mengisolasi diri.

Travel corridors terus diperbarui oleh pemerintah Inggris, mengingat penyebaran COVID yang sulit diprediksi dan berkembang di seluruh dunia; beberapa negara telah ditambahkan ke dalam daftar travel corridors karena jumlah korban infeksinya menurun, dan beberapa telah dihapuskan dari daftar karena situasi negara tersebut terlihat semakin memburuk. Sebagian besar perjalanan yang masuk ke Inggris berasal dari negara-negara Eropa yang ada dalam daftar. Namun sayangnya, jumlah negara dalam daftar telah menurun sejak pertama kali diluncurkan pada Juli karena ancaman pandemi yang memburuk dan berkepanjangan di banyak wilayah; pelancong dari lebih dari 60 negara yang ingin ke Inggris, saat ini harus tunduk pada masa karantina 14 hari.
Italia tidak termasuk dalam daftar

Karena situasi COVID yang memburuk di Italia, maka Italia telah dihapus dari daftar koridor perjalanan pada 18 Oktober, yang berarti bahwa pelancong Italia sekarang juga harus mengisolasi diri selama 14 hari ketika mereka datang ke Inggris. Persyaratan bagi orang Italia untuk karantina lagi lagi menjadi suatu momok buruk bagi sektor bisnis ELT (English Language Training) di Inggris. Pada 2019, siswa Italia menyumbang 27% dari total murid pendaftar ELT Inggris pada 2019 dan 14% dari total murid program student week.
Memang, semua dari lima pasar pengirim teratas untuk ELT Inggris saat ini tetap dapat melakukan perjalanan tanpa harus menjalankan karantina sehingga ini merupakan berita yang cukup baik. Negara-negara sumber terkemuka yang menjadi pasar utama ELT di Inggris - termasuk Cina, Arab Saudi, Spanyol, dan Prancis - secara kolektif menyumbang hampir setengah dari program student week 2019.

Apa itu “test and release”?
Sekretaris Transportasi, Grant Shapps, berharap bahwa pada tanggal 1 Desember mendatang protokol baru dapat diterapkan. Hal ini disertai harapan yang akan memungkinkan sehingga pelancong yang menuju Inggris namu dari negara yang tidak termasuk dalam daftar travel corridors, harus tetap mengisolasi diri namun hanya satu minggu bukan 14 hari:
“Rekan kementerian saya dan saya telah menyetujui sebuah kebijakan, berdasarkan tes tunggal yang disediakan oleh sektor swasta dan dengan biaya yang ditanggung oleh masing-masing penumpang, setelah periode isolasi diri. Ini berarti satu tes untuk kedatangan internasional, seminggu setelah kedatangan."

Rencananya satgas Global Travel Taskforceakan menyampaikan rekomendasi mengenai pengurangan hari isolasi tersebut pada awal November. Rencana tersebut bergantung pada sektor swasta yang memiliki pasokan tes yang memadai. Mr Shapps mengatakan bahwa diskusi sedang berlangsung dengan lebih dari selusin perusahaan untuk menilai tes cepat mana yang dapat disediakan.

Akan tetapi, terdapat penolakan dari industri penerbangan, di mana para pemangku kepentingan percaya bahwa pengurangan karantina wajib dari dua minggu menjadi satu minggu tidak akan berdampak besar dalam meyakinkan lebih banyak pelancong untuk terbang ke Inggris. Sebaliknya, kata CEO British Airways Sean Doyle, harus ada konsiderasi dan "pemikiran ulang mendasar" dari pendekatan Inggris untuk terbang selama COVID. Mr Doyle mendorong tes pra-keberangkatan yang "andal dan terjangkau" yang akan dilakukan oleh para pelancong yang ingin terbang ke Inggris.

Skeptisisme Doyle tentang keefektifan sistem pengujian dan pelepasan digaungkan oleh badan puncak industri penerbangan, Airlines UK, yang kepala eksekutifnya, Tim Alderslade, mengatakan:
“Delapan hari, ditambah satu atau dua hari untuk mendapatkan hasil, tidak akan memberikan dampak yang kita inginkan. Jika Anda melihat pada jumlah hari rata-rata orang tinggal di Inggris Raya, dari AS itu sekitar empat hari. Delapan hari tidak akan cukup. "

Meskipun Shapps mengatakan bahwa gugus tugasnya sedang memeriksa tes pra-keberangkatan, dia mengatakan bahwa penghalang untuk implementasi yang cepat adalah perlunya kerjasama internasional melalui Organisasi Penerbangan Sipil Internasional:
“Kami sedang berbicara dengan keamanan dalam negeri AS dan lainnya. Kami ingin menyiapkan uji coba. Itu bisa melibatkan serangkaian tes yang bisa melibatkan karantina sebelum dan sesudah penerbangan - atau pada akhirnya tidak ada karantina sama sekali jika teknologinya ada untuk tes cepat. Tapi itu membutuhkan kerja sama internasional. "CEO London Heathrow, John Holland-Kaye, menambahkan:
“Gugus Tugas Perjalanan Global Pemerintah adalah langkah maju yang besar tetapi perlu bertindak cepat untuk menyelamatkan jutaan pekerjaan Inggris yang bergantung pada penerbangan. Menerapkan "uji dan pelepasan" setelah 5 hari karantina akan memulai perekonomian. Tetapi pemerintah dapat menunjukkan kepemimpinan yang nyata dengan bekerja sama dengan AS untuk mengembangkan Standar Internasional Umum untuk pengujian pra-keberangkatan yang berarti bahwa hanya penumpang bebas COVID yang diizinkan melakukan perjalanan dari negara-negara berisiko tinggi. ”

1,2 juta penumpang yang tiba di Heathrow pada bulan September menunjukkan penurunan 82% dibandingkan dengan 2019. Pembatasan perjalanan antara AS dan Inggris memiliki dampak yang sangat menghancurkan, dengan ekonomi Inggris kehilangan sekitar £ 32 juta per hari penerbangan dari AS yang ditutup.

Silahkan isi form dibawah ini untuk info lebih lanjut: