0

Prancis Membuka Perbatasannya Bagi Siswa Internasional; Universitas Dibuka Kembali Pada Bulan September

Tuesday, 01 September 2020

Prancis Membuka Perbatasannya Bagi Siswa Internasional; Universitas Dibuka Kembali Pada Bulan September

 

Seluruh kampus dan universitas di Prancis ditutup pada 16 Maret lalu saat pandemi COVID-19 menyerang benua Eropa. Namun pada awal bulan Agustus, berita baik telah diumumkan oleh Ministère de l'Enseignement supérieur, de la Recherche et de l'Innovation (Kementrian Perguruan Tinggi, Riset dan Inovasi) atau MESRI bahwa institusi pendidikan tinggi akan diizinkan untuk kembali dibuka pada Bulan September mendatang.

Pelonggaran aturan dan pembukaan kembali ini disertai dengan panduan protokol kesehatan masyarakat yang rinci serta efektif. Pemerintah berharap bahwa semua institusi dan masyarakat mengimplementasikan protok tersebut dengan serius serta tetap menjaga jarak fisik setidaknya satu meter atau satu kursi antara siswa di kelas dan ruang belajar lainnya seperti perpustakaan. Penggunaan masker setiap saat pun menjadi salah satu point utama dalam protok tersebut.

Tak hanya itu, protokol Kesehatan tersebut juga menghimbau institusi pendidikan untuk membersihkan semua fasilitas dan ruang belajar setidaknya satu kali sehari serta pengaturan ulang arus lalu lintas di dalam gedung dan kampus.

“Kami bekerja sama dengan institusi untuk menerapkan langkah-langkah yang tepat agar dapat melindungi semua orang tetap aman dan jauh virus pada awal tahun ajaran kali ini,”

“Kami mengizinkan guru, staf, dan siswa untuk bertemu dengan memberikan hak istimewa sebanyak mungkin tatap muka.” jelas Menteri Pendidikan Tinggi Frédérique Vidal.

 

Kembali ke Online Campus

Bagi siswa yang belum siap atau tidak dapat menghadiri kelas secara langsung pada bulan September, Campus France juga telah membuat katalog khusus lebih dari 600 program gelar online untuk tahun akademik yang akan datang. Direktori "Back to Online Campus" mencantumkan program yang sepenuhnya online serta opsi hibrid atau gabungan yang menggabungkan kelas tatap muka offline dan online untuk tahun akademik 2020/21.

Campus France (institusi pendidikan publik) dengan jelas telah mengumumukan bahwa siswa dapat memilih untuk memulai studi mereka secara online dan kemudian beralih ke studi tatap muka di Prancis.

"Program gelar online dari lembaga pendidikan tinggi Prancis saat ini adalah salah satu cara terbaik untuk mengenal kampus kampus di Prancis. Jika para siswa memang tidak dapat datang karena khawatir akan kondisi keamanan dan kesehatan maka program secara online adalah solusi yang bisa diambil." jelas perwakilan Campun France

Penyambutan Mahasiswa Internasional

Pada 12 Juni, pemerintah Prancis mengumumkan pembukaan kembali perbatasan dan pelonggaran lockdown negara secara bertahap.

Sejak 15 Juni, para pelancong dari negara anggota Uni Eropa dapat memasuki Prancis. Walaupun, beberapa pembatasan tetap berlaku pada saat itu, terutama persyaratan berkelanjutan untuk karantina 14 hari khususnya bagi pelancong dari Spanyol dan InggrisMulai 1 Juli, pelancong dari luar Uni Eropa juga dapat mengunjungi Perancis. Menteri Luar Negeri, Jean-Yves Le Drian, mengatakan bahwa

“Pelajar internasional akan diizinkan untuk memasuki Prancis, terlepas dari negara mana mereka beasal. Permohonan VISA dan izin tinggal para pelajar akan diproses sebagai prioritas. Pelajar internasional dapat datang terlepas dari negara asal atau izin tinggal mereka dengan persyaratan mereka dapat membuktikan status pendaftaran mereka ke universitas dan kampus tujuan.”

Prancis telah memberikan update terkini pada 18 Agustus, bahwa kebijakan perbatasannya untuk tahun akademik yang akan dimulai pada bulan September akan  memberikan aturan yang berbeda bagi pelajar dari negara "zona hijau" dan negara "zona merah". Dimana pelajar dari negara “zona merah” akan diberi lebih banyak batasan dan persyaratan sesuai dengan beberapa pertimbangan serta kondisi.

Pemerintah juga secara bertahap memulai persiapan dan layanan pemrosesan VISA di Prancis dan di Sebagian pos di luar negeri. Selain itu, Campus France telah menyiapkan FAQ (Frequently Asked Question) terperinci yang menguraikan proses dan layanan VISA terkini untuk siswa yang berkunjung ke Perancis. Pemerintah juga telah memberikan perpanjangan VISA selama enam bulan secara otomatis bagi pelajar yang masa berlaku VISA-nya habis pada 16  Maret hingga 15 Juni.

Pemerintah juga telah memperluas akomodasi berikut untuk siswa internasional saat ini dan yang akan datang:

  • Semua visa yang habis masa berlakunya antara 16 Maret dan 15 Juni telah diperpanjang secara otomatis selama enam bulan.
  • Hak untuk bekerja telah diperpanjang sehingga siswa yang berada di Prancis per 16 Maret dapat bekerja hingga 80% dari batas kerja tahunan mereka hingga waktu perkuliahan di universitas dilanjutkan.
  • Layanan online baru untuk pengumpulan dan pemrosesan aplikasi izin tinggal siswa akan diluncurkan pada September 2020.

Pada tahun akademik 2018/19, Prancis menerima 358.000 mahasiswa asing dari seluruh dunia. Perancis telah menunjukkan jumlah international student yang meningkat secara signifikan yaitu, sebesar 21% selama 5 tahun terakhir. Pada tahun 2018, pemerintah Prancis mengumumkan strategi baru yang disebut Bienvenue en France yang sengaja dirancang untuk meningkatkan pendaftaran international student di negara itu menjadi 500.000 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Silahkan isi form dibawah ini untuk info lebih lanjut: