0

Morrison Akan Memutuskan Hubungan Dengan China

Penerjemah : Cristine Devi Claudia | Monday, 14 September 2020

Morrison Akan Memutuskan Hubungan Dengan China

Wakil Kepala Ambassador China, Wang Xining,  merupakan ambassador yang memiliki reputasi baik di Canberra. Namun, ketika diplomat senior itu naik ke podium di National Press Club akhir Agustus lalu, Wang menyinggung hubungan Australia dan China.

Wang dengan tegas menjelaskannya bahwa "sebuah hubungan membutuhkan tekad dan upaya bersama untuk membuatnya berkembang. Bahkan sepasang suami istri pun tahu prinsip tersebut!"

“Sementara perpecahan antara suami dan istri melukai satu keluarga, perpecahan antara dua negara melukai jutaan orang." Tambahnya.

Wang menekankan maksudnya dengan sangat jelas bahwa China adalah pihak yang dirugikan, dan Australia adalah pihak yang bersalah dalam hubungan diplomatik tersebut. Wang pun menjelaskan kesalahan Australia secara mendetail. “Pertama, Pemerintah Australia tidak pernah berkonsultasi dengan Pemerintah China dengan cara apapun sebelum proposal penyelidikan keluar,”

“Kedua, dorongan Australia untuk mengadakan penyelidikan pasti atas perintah Amerika Serikat.” Tambahnya.

Wang tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung tuduhan tersebut, tetapi ia menawarkan hubungan erat dari logika yang sedikit melenceng "Proposal itu datang pada saat AS berusaha untuk menyalahkan China sehingga proposal itu akan membantu Washington untuk lebih menekan China," katanya.

Australia mengalami permusuhan yang menegangkan dari mitra dagang China setelah meminta penyelidikan tentang awal wabah dari China- tetapi kami bukan satu-satunya yang merasa marah tentang wabah ini, tulis Andrew Probyn.

Dan semua ini terjadi ketika Wuhan - dan sebagian besar China - mengambil langkah tentatif pertama mereka untuk melakukan lockdown.

Wang mengatakan bahwa dia berjuang untuk menyampaikan "intensitas emosi orang-orang China, seberapa besar kemarahan, dan frustrasi " atas proposal Australia yang "mengejutkan".

Namun, walaupun pidato Wang Xining sangat jelas, hal itu tidak mungkin memicu introspeksi diri di kantor kementerian dan badan keamanan nasional di seluruh Canberra.

Sedikit rasa 'saling menghormati'

Alasan utama untuk ini adalah bahwa Pemerintah Morrison lebih terlalu pada apa yang dilakukan Pemerintah China. Para pejabat dan menteri sama-sama menghargai bahwa keadaan kemakmuran Australia yang bahagia sebelum pandemi didukung oleh nafsu makan China yang hampir tak pernah habis untuk barang dan mineral Australia.

Namun mereka juga bergulat dengan serangan dunia maya yang tak henti-hentinya dan merusak yang berasal dari China, campur tangan Pemerintah China yang terus-menerus dalam dispora China di Australia, dan serangkaian hukuman perdagangan terselubung yang dijatuhkan dari Beijing.

Yang mungkin menjelaskan mengapa salah satu sumber Pemerintah Morrison, ketika ditanya tentang permintaan Wang untuk "saling menghormati", membalas dengan pesan satu kata kepada reporter ini - "SNORT" yang menunjukan ekspresi mengacuhkan.

Rasa "saling menghormati" juga tidak banyak ditunjukkan oleh para pejabat dan politisi Australia yang mencoba menyatukan kembali hubungan diplomatik tersebut. Bahkan Wakil Kepala Misi bereaksi tidak menyenangkan ketika ditanya serangkaian pertanyaan tentang upaya pemulihan hubungan Australia dan China.

Pemerintah Morrison tidak memiliki kontak tingkat tinggi dengan China sejak Menteri Perdagangan Simon Birmingham melakukan perjalanan ke Shanghai pada November 2019. Sejumlah menteri mengeluh bahwa mereka tidak bisa meminta rekan mereka di Beijing untuk mengangkat telepon dan membalas telepon mereka.

Ini lebih dari sekedar sikap acuh tak acuh. Beijing telah menempatkan seluruh Pemerintah Australia di dalam deep freezer diplomatik.

Wang memberikan alasan yang tidak jelas untuk ini, dengan mengatakan bahwa "tidak mungkin untuk mengadakan meeting tatap muka antara para pemimpin negara dan bahkan menteri senior" selama pandemi. Tetapi penjelasan itu nampaknya hanyalah alibi semata, mengingat bahwa Menteri Luar Negeri China Wang Yi belakangan ini telah memulai tur selama seminggu ke lima negara Eropa; Italia, Belanda, Norwegia, Prancis, dan Jerman.

Kenyataannya, Beijing bertekad untuk menghukum Canberra karena Australia telah menentangnya. Pesan tersebut ditujukan tidak hanya ke Canberra, tetapi juga ke negara bagian Australia bahkan negara lain yang sedang mempertimbangkan bagaimana mereka harus menangani China yang bangkit dan semakin otoriter.

Ini tidak berarti perilaku Australia tidak bercela. Tetapi ada alasan mengapa konsensus bipartisan tentang China sebagian besar bertahan, meskipun ada ketegangan besar pada hubungan bilateral. Pejabat dan politisi Australia tampaknya bertekad untuk tidak berkedip.

Scott Morrison menyatakan akan membuat undang-undang untuk melanggar perjanjian Belt and Road Initiative yang bernilai jutaan dollar. RUU Hubungan Luar Negeri tersebut akan diperkenalkan ke parlemen minggu depan, juga meluas ke universitas dan mencakup perjanjian yang dipertanyakan antara lembaga publik Australia dan pemerintah asing.

Sumber: [1] https://www.macrobusiness.com.au/2020/08/morrison-to-cut-china-ties-as-wolf-wanker-howls/?utm_medium=email&utm_campaign=Daily%20MacroBusiness&utm_content=Daily%20MacroBusiness+CID_4295bae79efd84e93ac2e11ef7fff21e&utm_source=Email%20marketing%20software&utm_term=Morrison%20to%20cut%20China%20ties%20as%20wolf%20wanker%20howls

Silahkan isi form dibawah ini untuk info lebih lanjut: