0

ICEF EXCHANGE PODCAST  Upaya Pilot Program Australia Membawa Ratusan Pelajar Asia Untuk Kembali Belajar Di Australia Selatan

Tuesday, 01 September 2020

ICEF EXCHANGE PODCAST 
Upaya Pilot Program Australia Membawa Ratusan Pelajar Asia Untuk Kembali Belajar di Australia Selatan

Sekitar 300 pelajar dari Asia akan Kembali belajar di universitas Australia pada September 2020. Ini merupakan pilot program atau program pertama yang dimaksudkan sebagai langkah menuju revitalisasi kembali sektor pendidikan internasional di Australia. Universitas-universitas Australia secara kolektif menghadapi kerugian sekitar 3 miliar AUS sebagai akibat dari pembatasan perjalanan yang diwajibkan akibat pandemi COVID-19 tahun ini. Kembalinya mahasiswa China dan Asia Tenggara diprediksikan adapat membantu untuk membendung arus tersebut.

Para siswa yang berangkat ke Australia - kebanyakan berasal dari China, Hong Kong, Jepang, dan Singapura - akan kembali ke universitas di bagian dari tes untuk melihat apakah protokol keselamatan yang ketat akan terbukti sangat efektif sehingga lebih banyak siswa internasional dapat kembali ke universitas nasional lainnya. Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi, Simon Birmingham menyatakan bahwa Adelaide sebagai lokasi tujuan pilot program Australia Selatan itu sebagai langkah yang sangat penting dalam hal pemulihan dari bencana ekonomi COVID-19. Di negara bagian Australia Selatan saja, siswa internasional biasanya menyumbang lebih dari 1,9 miliar AUS dalam perekonomian.

Biaya Ditanggung Oleh Mahasiswa dan Perguruan Tinggi

Para pelajar akan terbang dari Singapura dan akan menanggung biaya perjalanan mereka sendiri. Sebagai bagian dari rangkaian prosedur keselamatan yang telah disepakati, mereka juga diharuskan melakukan karantina sendiri selama dua minggu setelah tiba di Australia. Universitas mereka telah setuju untuk membayar biaya akomodasi karantina.

“Kami, khususnya Australia Selatan, telah berhasil menunjukkan bahwa kami dapat menerima warga Australia dari seluruh penjuru dunia, mengkarantina mereka dengan aman, dan tidak membahayakan siapapun termasuk komunitas Australia Selatan dalam proses. Sehingga prosedur dengan tingkat kehati-hatian yang sama akan dilakukan dalam pilot program bersama 300 siswa internasional ini. " jelas Menteri Brimingham.

“Semua persyaratan karantina, persyaratan pengujian dan semua faktor tersebut telah dibnetuk serta disetujui oleh negara bagian dan federal dan otoritas kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap orang dapat memiliki kepercayaan bahwa ini tidak akan menimbulkan risiko apa pun dalam hal penularan COVID.”

Apakah Karantina 14 Hari Saja Cukup?

Pada hari pertama dan hari ke-12 dalam proses karantina, para pelajar internasional akan mendapat tes COVID-19 yang merupakan praktik standar untuk semua orang yang masuk ke Australia dari luar negeri. Tetapi kasus baru-baru ini tentang seorang pria India yang dites positif pada awal Agustus untuk COVID-19 pada hari ke 12 karantina telah membuat beberapa orang Australia khawatir. Ada pertanyaan yang bermunculan tentang apakah 14 hari karantina adalah jangka waktu yang cukup untuk melihat apakah seorang pelancong dari negara lain positif terjangkit COVID-19 atau tidak. Namun, wakil kepala kesehatan masyarakat Australia Selatan, Dr Michael Cusack, mencatat bahwa 14 hari adalah standar internasional untuk karantina COVID-19. Ia mengatakan bahwa,

“Selain karantina, kami telah melakukan tes di hari pertama dan hari ke-12 sehingga jika seseorang memiliki gejala yang sangat sedikit seperti dalam kasus ini, kami masih dapat berusaha untuk mengurangi resiko . " Dia juga menambahkan, "Saya pikir untuk sejauh ini, semuanya sudah aman dan seimbang."

Kasus Penularan COVID-19 yang Rendah di Australia

Australia Selatan saat ini hanya memiliki tujuh kasus aktif virus korona, situasi yang jauh lebih baik daripada di negara bagian tetangga Victoria, yang lagi-lagi harus mengalami lockdown karena berjuang untuk menahan lonjakan kasus dan gelombang kedua COVID-19 selama beberapa pekan.

Upaya pilot program sebelumnya untuk membawa siswa internasional kembali ke Canberra dibatalkan pada Juli lalu dikarenakan tingkat penularan yang melonjak di beberapa negara bagian Australia, termasuk Victoria dan, pada tingkat yang lebih rendah, New South Wales.

Silahkan isi form dibawah ini untuk info lebih lanjut: